Fasser Networks adalah brand Indonesia penyedia fiber optic, fusion splicer, dan OTDR sejak 2022. Kenali lini produk, spesifikasi teknis, dan ekosistem lengkapnya
Fiber optic kini menguasai sekitar 88% dari total jalur fixed broadband di Indonesia pada 2024. Angka itu bukan retorika. Itu artinya hampir setiap kabel internet yang masuk ke rumah atau kantor Anda hari ini adalah kaca tipis seukuran rambut manusia yang mentransmisikan cahaya.
Dan di balik semua infrastruktur itu, ada ribuan meter kabel yang perlu disambung. Ratusan titik yang perlu diukur. Perangkat-perangkat kecil yang menentukan apakah koneksi Anda lancar atau putus di tengah rapat penting.
Fasser Networks hadir tepat di segmen itu.
Bukan jual router. Bukan jual switch. Fasser adalah brand Indonesia yang fokus pada satu hal: ekosistem lengkap fiber optic dari ujung kabel hingga alat ukurnya.
Siapa Sebenarnya Fasser Networks?
Fasser Networks berdiri sejak 2022, bernaung di bawah PT Alaska Putra Perdana. Berbasis di Indonesia dengan nomor kantor 021-5020-2228, perusahaan ini memosisikan diri sebagai penyedia perangkat infrastruktur telekomunikasi untuk kebutuhan lokal.
Visi mereka sederhana tapi spesifik: menjadi perusahaan Indonesia yang menyediakan berbagai peralatan fiber optic sesuai kebutuhan pelanggan.
Yang menarik dari positioning ini: mereka tidak mencoba bersaing di semua lini. Tidak ada router WiFi, tidak ada managed switch enterprise. Fokus mereka adalah layer fisik jaringan fiber, lengkap dari aksesori pasif sampai alat diagnostik aktif.
Nah, buat orang yang baru riset tentang brand ini, itu justru jadi pembeda yang kuat.
Lini Produk Fasser Networks, dari Kabel sampai Alat Ukur
Katalog produk Fasser terbagi dalam empat kategori utama. Masing-masing punya peran berbeda dalam satu ekosistem jaringan fiber yang sama.
Patch Cord dan PLC Splitter
Patch cord adalah kabel fiber optic pendek dengan konektor di kedua ujungnya. Fungsinya menghubungkan perangkat di dalam rak server, panel distribusi, atau ODP.
Fasser menyediakan patch cord singlemode dalam konfigurasi:
- LC/UPC ke LC/UPC (duplex, 2.0mm, LSZH) tersedia dalam panjang 1m, 3m, 5m, 10m, hingga 100m, kode tipe F1D-LCLC-SM
- LC/UPC ke SC/UPC dan SC/UPC ke SC/UPC dengan spesifikasi serupa
- Jacket warna kuning, polarity flipped pairs, diameter over jacket 2.0mm
Untuk PLC splitter, tersedia dua format: Box Fiber Cassette dan Modular. Rasio pembagian yang tersedia mulai dari 1:2, 1:4, 1:8, hingga 1:16 dengan konektor SC/UPC maupun SC/APC.
Satu spesifikasi yang layak dicatat dari PLC Splitter Box 1:2 SC/UPC (tipe F12BSU): PDL ≤0.3dB, Return Loss ≥50dB, uniformity ≤0.7dB, dan rentang panjang gelombang 1260-1650nm. Rentang operasional suhu -10°C hingga +60°C. Untuk kondisi iklim tropis Indonesia, angka-angka itu memadai.
Fusion Splicer FS-100 dan FS-200
Ini yang jadi andalan Fasser. Dua model fusion splicer dengan segmentasi yang berbeda.
Bayangkan fusion splicer seperti dokter bedah mikro untuk kabel. Dua ujung serat kaca yang diameternya hanya 125 mikrometer harus disejajarkan dengan presisi nanometer, lalu dilebur menggunakan busur listrik. Salah sejajar 1 mikrometer saja, dan splice loss naik signifikan.
FS-100 adalah varian High Performance FTTH:
- 4 motor untuk alignment
- Magnifikasi 380x
- Splice loss: SM 0.02dB, MM 0.01dB
- Baterai 5200mAh, mendukung 340 siklus penyambungan
- Layar sentuh 4.3 inci kapasitif, Type-C + USB 2.0
- Bobot 1.500g (dengan baterai)
- Boot 3 detik
FS-200 adalah varian Multifunctional dengan spesifikasi lebih lengkap:
- Magnifikasi lebih tinggi: 420x
- Extension module: OPM/VFL/OTDR/10GPON
- Baterai lebih besar: 6200mAh, 420 siklus
- Layar 5 inci capacitive touch
- Penyimpanan: 2000 gambar + 20.000 set data
- Dapat beroperasi di ketinggian 0-5000 meter
OTDR dan Peralatan Pengujian
Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) adalah alat yang mengirimkan pulsa cahaya ke serat, lalu menganalisis pantulannya untuk mendeteksi kerusakan, splice, konektor, dan panjang kabel. Sederhananya: sonar untuk kabel fiber.
Fasser punya dua varian:
Mini OTDR (MOTDR-100):
- Rentang pengujian 100m hingga 260km
- Dynamic range 26/24dB (1310/1550nm)
- Event blind zone hanya 1.5m
- Sample points ≥160k
- File format SOR standar
OTDR-100 (full size):
- Rentang 500m sampai 128km
- Dynamic range 26dB/24dB
- ATT blind zone 8m
- Penyimpanan internal ≥600 file, plus TF card eksternal
Selain itu, ada Optical Fiber Identifier 3in1 (OFI-100) untuk mendeteksi sinyal live pada serat, PON Optical Power Meter, dan Optical Power Meter -70dB sampai +6dB untuk mengukur kekuatan sinyal.
Perbandingan Fusion Splicer Fasser vs Spesifikasi Industri
Untuk konteks, berikut perbandingan spesifikasi teknis kunci antara kedua model Fasser dengan standar umum yang biasa digunakan oleh teknisi jaringan di lapangan:
| Spesifikasi | FS-100 | FS-200 | Standar Industri Umum |
|---|---|---|---|
| Splice Loss SM | 0.02dB | 0.02dB | ≤0.05dB |
| Splice Time | 7s (standar), 6s (fast) | 7s (standar), 6s (fast) | 7-10s |
| Electrode Life | ≥5000 kali | ≥5000 kali | 3000-5000 kali |
| Baterai | 5200mAh / 340 siklus | 6200mAh / 420 siklus | 3000-5000mAh |
| Return Loss | ≥60dB | ≥60dB | ≥60dB |
| Altitude Range | 0-5000m | 0-5000m | Umumnya 0-4000m |
| Display | 4.3″ touch | 5″ touch | 3.5-5″ |
| Extension Module | OPM/VFL | OPM/VFL/OTDR/10GPON | Tergantung model |
Splice loss 0.02dB untuk singlemode adalah angka yang kompetitif. Sebagai perbandingan, ITU-T G.652 menetapkan batas splice loss maksimum 0.1dB untuk serat singlemode standar. Artinya, performa Fasser FS-100 dan FS-200 berada jauh di bawah batas maksimum standar internasional tersebut.
Mengapa Infrastruktur Fiber Optic Indonesia Butuh Brand Lokal
Ada fakta yang jarang masuk headline: pada 2021, jaringan fiber optic baru menjangkau 2.562 dari 7.175 kecamatan di Indonesia, atau sekitar 35% saja. Target pemerintah waktu itu adalah 60% pada 2024.
Pasar fiber optic Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 13,15% selama 2025-2029, didorong permintaan internet cepat, proyek smart city, dan ekspansi jaringan 5G.
Pertumbuhan sekencang itu punya konsekuensi praktis. Ribuan teknisi lapangan turun ke medan. Mereka butuh alat yang tersedia, mudah didapat, dan ada dukungan lokalnya. Ketergantungan pada merek asing untuk peralatan seperti fusion splicer dan OTDR punya kelemahan nyata: lead time pengiriman panjang, layanan purna jual yang terkadang harus lewat distributor berlapis, dan harga yang mengikuti kurs dolar.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam BIRCI Journal mengenai percepatan fiberisasi di Indonesia, International Telecommunication Union (ITU) mencatat bahwa kenaikan 10% dalam akses internet berkorelasi dengan peningkatan 1,2% dalam pertumbuhan ekonomi negara berkembang. Angka itu bukan sekadar statistik abstrak. Itu alasan mengapa infrastruktur fiber optic bukan proyek teknologi semata, tapi agenda ekonomi.
Dan dalam konteks itu, brand lokal yang menguasai ekosistem lengkap fiber, bukan cuma jual patch cord, memiliki peran yang lebih strategis dari yang kebanyakan orang sadari.
Cara Menghubungi dan Membeli Produk Fasser Networks
Fasser Networks dapat dihubungi melalui beberapa saluran:
- Website: fasser.co.id
- Email: [email protected]
- Nomor Kantor: 021-5020-2228
- WhatsApp: 0813-2262-2658 / 0822-2999-7768 / 0812-8001-9996
Tersedia tiga nomor WhatsApp yang aktif, yang mengisyaratkan adanya tim support yang cukup responsif. Untuk pembelian dalam skala proyek atau konsultasi teknis, jalur ini adalah yang paling langsung.
Katalog produk lengkap beserta datasheet teknis dalam format PDF tersedia untuk diunduh di website mereka, mencakup spesifikasi detail untuk fusion splicer, OTDR, patch cord, dan aksesori lainnya.
Satu Hal yang Sering Terlewat saat Membeli Peralatan Fiber
Kebanyakan orang yang pertama kali riset alat fiber optic fokus pada harga fusion splicer. Gitu lho, wajar. Harganya memang signifikan.
Tapi yang sering dilupakan adalah ekosistemnya. Punya fusion splicer tanpa OTDR untuk verifikasi splice loss sama seperti memasang jembatan tanpa pernah menguji beban maksimumnya. Punya OTDR tanpa VFL untuk tracing fiber hidup bisa berujung pada kecelakaan teknis. Dan patch cord yang kualitas konektornya buruk akan membatalkan seluruh presisi yang sudah dilakukan di titik sambungan.
Fasser, dengan lini produk yang mencakup keseluruhan ekosistem ini di bawah satu atap, menjawab kebutuhan itu. Bukan secara kebetulan. Tapi karena memang itulah yang dibutuhkan pasar lapangan Indonesia: satu sumber, satu standar kualitas, dan satu nomor telepon yang bisa dihubungi ketika ada masalah di lapangan.
Dan untuk pasar yang sedang tumbuh dengan CAGR double digit dan menghadapi tantangan geografis kepulauan yang kompleks, Fasser pendekatan itu bukan pilihan yang buruk.
Untuk informasi produk, spesifikasi teknis, dan pemesanan, kunjungi fasser.co.id atau hubungi tim mereka langsung melalui WhatsApp yang tertera di atas.
