Dalam instalasi jaringan fiber optic, proses pengujian menjadi bagian penting untuk memastikan kabel dapat bekerja sesuai kebutuhan. Setelah kabel dipasang dan disambungkan, teknisi perlu mengetahui apakah sinyal optik dapat melewati jalur fiber dengan baik.
Salah satu alat yang digunakan dalam proses tersebut adalah Optical Light Source (OLS).
Optical Light Source berfungsi menghasilkan sumber cahaya optik dengan panjang gelombang tertentu yang kemudian dikirimkan melalui kabel fiber optic. Sinyal tersebut dapat diukur menggunakan Optical Power Meter untuk mengetahui kondisi dan besarnya daya optik yang diterima.
Dengan kombinasi alat yang tepat, teknisi dapat melakukan pengujian link fiber optic dengan lebih terukur.
Apa Itu Optical Light Source?
Optical Light Source adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan cahaya optik sebagai sumber sinyal dalam proses pengujian jaringan fiber optic.
Alat ini mengirimkan sinyal cahaya dengan panjang gelombang tertentu ke dalam kabel fiber. Pada sisi lainnya, sinyal tersebut dapat diterima dan diukur menggunakan optical power meter.
Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan seperti:
Optical Light Source → Kabel Fiber Optic → Optical Power Meter
Dari hasil pengukuran tersebut, teknisi dapat memperoleh informasi mengenai daya optik yang diterima pada ujung kabel.
Fungsi Optical Light Source pada Fiber Optic
Optical Light Source memiliki beberapa fungsi dalam proses instalasi dan pemeliharaan jaringan fiber optic.
1. Menghasilkan Sumber Cahaya Optik
Fungsi utama OLS adalah menghasilkan cahaya optik yang digunakan sebagai sumber pengujian.
Cahaya tersebut dikirim melalui kabel fiber optic untuk mengetahui bagaimana sinyal melewati jalur fiber.
2. Membantu Mengukur Loss pada Fiber Optic
Optical Light Source dapat digunakan bersama optical power meter untuk melakukan pengukuran optical loss atau redaman pada link fiber optic.
Jika nilai loss terlalu tinggi, teknisi dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap konektor, sambungan, kabel, atau komponen lain pada jalur tersebut.
3. Mendukung Proses Troubleshooting
Ketika jaringan fiber optic mengalami gangguan, OLS dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu untuk melakukan pengujian.
Dengan mengirimkan sumber cahaya melalui jalur fiber dan melakukan pengukuran pada sisi penerima, teknisi dapat memperoleh data yang membantu proses pemeriksaan jaringan.
4. Pengujian Kabel Singlemode dan Multimode
Jenis optical light source yang digunakan perlu disesuaikan dengan jenis fiber optic yang akan diuji.
Fiber singlemode dan multimode memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk panjang gelombang yang umum digunakan. Karena itu, teknisi perlu memastikan spesifikasi alat sesuai dengan kebutuhan pengujian.
Bagaimana Cara Kerja Optical Light Source?
Cara kerja Optical Light Source sebenarnya cukup sederhana.
Pertama, alat menghasilkan sumber cahaya optik pada panjang gelombang tertentu.
Kemudian, cahaya tersebut disalurkan ke kabel fiber optic melalui konektor yang sesuai.
Pada ujung kabel lainnya, Optical Power Meter digunakan untuk mengukur daya optik yang diterima.
Hasil pengukuran tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan nilai referensi untuk mengetahui apakah terdapat redaman yang masih sesuai atau perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, Optical Light Source dan Optical Power Meter sering digunakan sebagai pasangan dalam proses pengujian fiber optic.
Optical Light Source vs Optical Power Meter
Kedua alat ini memiliki fungsi yang berbeda.
Optical Light Source bertugas sebagai penghasil sumber cahaya optik.
Sementara Optical Power Meter bertugas sebagai alat untuk mengukur daya optik yang diterima.
Keduanya saling melengkapi. Tanpa sumber cahaya, power meter tidak memiliki sumber sinyal untuk diukur dalam pengujian link tertentu.
Sebaliknya, sumber cahaya saja tidak cukup untuk mengetahui berapa besar daya yang diterima pada ujung kabel.
Kapan Optical Light Source Digunakan?
Optical Light Source dapat digunakan dalam berbagai tahap pekerjaan fiber optic, seperti:
- Instalasi jaringan fiber optic
- Pengujian link setelah instalasi
- Pemeriksaan optical loss
- Maintenance jaringan
- Troubleshooting
- Pemeriksaan kualitas koneksi fiber
- Pengujian jaringan telekomunikasi
Penggunaannya dapat membantu teknisi mendapatkan hasil pengukuran yang lebih objektif dibandingkan hanya melakukan pemeriksaan secara visual.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Optical Light Source
Sebelum memilih alat, ada beberapa spesifikasi yang perlu diperhatikan.
Panjang Gelombang
Pastikan panjang gelombang yang tersedia sesuai dengan jenis fiber dan kebutuhan pengujian.
Beberapa sistem fiber optic menggunakan panjang gelombang yang berbeda untuk kebutuhan tertentu, sehingga spesifikasi ini perlu diperiksa sebelum membeli alat.
Jenis Konektor
Perhatikan jenis interface atau konektor yang didukung oleh perangkat. Konektor yang sesuai akan membantu proses pengujian menjadi lebih praktis.
Stabilitas Sumber Cahaya
Sumber cahaya yang stabil penting untuk mendapatkan hasil pengukuran yang konsisten.
Kemudahan Penggunaan
Untuk teknisi yang sering berpindah lokasi, bentuk perangkat, tampilan, pengoperasian, dan daya tahan baterai juga dapat menjadi pertimbangan.
Kesesuaian dengan Optical Power Meter
Jika Optical Light Source digunakan bersama power meter, pastikan kedua perangkat memiliki spesifikasi yang sesuai agar proses pengukuran dapat dilakukan dengan baik.
Optical Light Source Fasser untuk Kebutuhan Pengujian Fiber Optic
Untuk kebutuhan pengujian jaringan fiber optic, Fasser menyediakan Optical Light Source Standard & Ultimate Edition.
Perangkat ini dapat digunakan sebagai sumber cahaya dalam proses pengujian link fiber optic dan dapat dipasangkan dengan optical power meter sesuai kebutuhan pengukuran.
Pemilihan perangkat sebaiknya tetap disesuaikan dengan jenis fiber, panjang gelombang, konektor, serta kebutuhan instalasi yang digunakan di lapangan.
Untuk pembahasan spesifikasi lebih lengkap, perbandingan dengan OTDR, dan tabel referensi alat ukur fiber optic lainnya, baca juga: Optical Light Source untuk Uji Fiber Optik.
Kesimpulan
Optical Light Source merupakan salah satu alat penting dalam proses pengujian jaringan fiber optic. Fungsinya adalah menghasilkan sumber cahaya optik yang dikirim melalui kabel fiber untuk kemudian diukur pada sisi penerima menggunakan optical power meter.
Penggunaan Optical Light Source dan Optical Power Meter dapat membantu teknisi melakukan pengujian optical loss, maintenance, hingga troubleshooting jaringan dengan lebih terukur.
Bagi teknisi dan perusahaan yang menangani instalasi fiber optic, memahami fungsi dan cara kerja alat ini dapat membantu menentukan perangkat pengujian yang sesuai dengan kebutuhan jaringan.
Fasser menyediakan Optical Light Source untuk mendukung kebutuhan pengujian dan maintenance jaringan fiber optic. Pastikan memilih perangkat berdasarkan jenis fiber, panjang gelombang, konektor, dan kebutuhan pengujian di lapangan.
