Dalam maintenance jaringan fiber optic, Optical Power Meter (OPM) menjadi salah satu alat ukur yang paling sering digunakan teknisi untuk memastikan daya sinyal optik berada pada level yang sesuai. Namun, dengan beberapa model OPM yang tersedia, teknisi maupun pemilik usaha instalasi fiber optic sering perlu mempertimbangkan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Dua model dari Fasser yang sering dibandingkan adalah F-OPM3 dan OPM-SE. Artikel ini membahas perbedaan spesifikasi keduanya untuk membantu menentukan pilihan yang tepat.
Apa Itu Optical Power Meter?
Optical Power Meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat daya optik pada suatu titik dalam jaringan fiber optic. Hasil pengukuran ini membantu teknisi memastikan apakah sinyal yang diterima masih dalam batas normal, atau justru mengalami loss yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Spesifikasi F-OPM3
F-OPM3 dirancang sebagai alat ukur yang lebih lengkap, karena menggabungkan tiga fungsi dalam satu unit: Optical Power Meter, Optical Light Source, dan Visual Fault Locator. Beberapa spesifikasi utamanya:
- Rentang pengukuran daya: -70 dBm sampai +6 dBm.
- Mendukung 10 panjang gelombang standar (850-1650 nm).
- Jenis detektor InGaAs dengan tingkat ketidakpastian 5%.
- Pengisian daya melalui port Type-C.
- Daya tahan baterai hingga lebih dari 120 jam pemakaian OPM.
- Berat sekitar 200 gram, konektor universal.
Spesifikasi OPM-SE
OPM-SE merupakan perangkat kombinasi Optical Power Meter dan Visual Fault Locator yang lebih ringkas. Spesifikasi utamanya:
- Rentang identifikasi panjang gelombang: 800-1700 nm.
- Output daya Visual Fault Locator sekitar -5 dBm.
- Konektor optik FC/SC.
- Baterai Li-ion rechargeable 1500 mAh, daya tahan hingga 24 jam.
- Berat sekitar 235 gram, dengan layar segment code.
Perbedaan Utama dan Kapan Memilih yang Mana
Dari spesifikasi di atas, terdapat beberapa perbedaan yang dapat menjadi pertimbangan:
- Kelengkapan fungsi: F-OPM3 menggabungkan OPM, Light Source, dan VFL dalam satu alat, sehingga lebih sesuai untuk teknisi yang membutuhkan satu perangkat serba guna di lapangan tanpa membawa alat tambahan.
- Rentang pengukuran: F-OPM3 memiliki rentang daya yang lebih luas (-70 dBm hingga +6 dBm), yang lebih sesuai untuk pengukuran pada link dengan loss bervariasi, termasuk link yang lebih panjang.
- Daya tahan baterai: F-OPM3 unggul dengan daya tahan lebih dari 120 jam, dibandingkan OPM-SE yang bertahan sekitar 24 jam, sehingga lebih cocok untuk pekerjaan lapangan yang intensif dan berlangsung lama.
- Kepraktisan dasar: OPM-SE tetap menjadi pilihan yang relevan untuk kebutuhan pengukuran OPM dan VFL dasar, terutama jika pekerjaan tidak membutuhkan fungsi Light Source tambahan.
Kesimpulan
Baik F-OPM3 maupun OPM-SE memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga kualitas jaringan fiber optic, namun ditujukan untuk kebutuhan yang sedikit berbeda. F-OPM3 lebih sesuai untuk teknisi yang membutuhkan alat ukur serba guna dengan rentang pengukuran lebih luas dan daya tahan baterai panjang, sementara OPM-SE dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan pengukuran OPM dan VFL yang lebih dasar dan ringkas.
Untuk mengetahui pilihan Optical Power Meter dan alat ukur fiber optic lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan Anda, konsultasikan kebutuhan instalasi fiber optic Anda bersama Fasser.
