Banyak kontraktor FTTH bingung: beli fusion splicer sendiri atau pakai jasa splicing kontraktor? Keputusan ini bisa bedakan untung-rugi proyek jutaan hingga miliaran rupiah.
Artikel ini hitung biaya riil di Indonesia tahun 2026 beserta rekomendasi terbaik.
Breakdown Biaya Fusion Splicer Sendiri
- Harga alat (Fasser FS-100/FS-200): Rp 10,5 – 11,3 juta.
- Garansi & service: 2 tahun + elektroda cadangan.
- Biaya operasional per tahun: Elektroda (~Rp 1,5–2 juta/5000 splice) + training teknisi.
- Umur alat: 5–7 tahun dengan perawatan baik.
TCO 3 Tahun (contoh proyek 5000 splice): Rp 18–25 juta (sudah termasuk alat + consumable).
Biaya Kontrak Splicing (Outsourcing)
- Tarif pasaran: Rp 35.000 – 65.000 per splice (tergantung lokasi & jumlah).
- Untuk 5000 splice: Rp 175 – 325 juta.
- Tambahan: Mobilisasi, cuaca, delay proyek.
Perbandingan TCO (Tabel)
| Aspek | Beli Sendiri (Fasser) | Pakai Kontraktor | Pemenang |
|---|---|---|---|
| Biaya Awal | Rp 11–12 juta | Rp 0 | Kontraktor |
| Biaya 3 Tahun (5000 splice) | Rp 18–25 juta | Rp 175–325 juta | Beli Sendiri |
| Kontrol Kualitas | Tinggi | Sedang – Rendah | Beli Sendiri |
| Kecepatan Proyek | Fleksibel | Tergantung jadwal kontraktor | Beli Sendiri |
| Break Even Point | 800–1200 splice | – | Beli Sendiri |
Kapan Pilih Beli Fusion Splicer Fasser?
- Proyek rutin >1500 splice/tahun.
- Butuh kontrol loss rendah (<0.05 dB).
- Tim teknisi sudah ada.
- Lokasi remote (hemat mobilisasi).
Rekomendasi Produk Fasser:
- FS-100 untuk tim kecil / FTTH distribusi.
- FS-200 untuk proyek besar & core alignment presisi tinggi.
Jadi gini,
Untuk proyek FTTH skala menengah ke atas di Indonesia, beli fusion splicer sendiri jauh lebih hemat dalam 12–18 bulan. Fasser FS series menawarkan ROI cepat dengan garansi resmi & sparepart mudah.
Mau hitung TCO proyek Anda? Tim Fasser siap bantu kalkulasi gratis + demo alat.
Hubungi kami sekarang untuk penawaran terbaik.
Kesalahan Umum Saat Menghitung Biaya Splicing
Banyak yang hanya membandingkan biaya per titik sambungan tanpa memperhitungkan biaya mobilisasi teknisi kontrak yang berulang setiap kali ada pekerjaan baru. Dalam jangka panjang, biaya mobilisasi ini sering membuat kontrak splicing lebih mahal dibanding kelihatannya di penawaran awal.
Titik Impas Antara Beli Sendiri dan Kontrak
Jika volume splicing per bulan sudah melebihi 200-300 titik secara konsisten, memiliki fusion splicer sendiri biasanya lebih ekonomis dalam 12-18 bulan dibanding terus menggunakan jasa kontrak splicing, di luar keuntungan kontrol kualitas dan kecepatan kerja yang lebih baik.
Faktor Tersembunyi dalam Kontrak Splicing
Perhatikan juga klausul tanggung jawab jika terjadi kegagalan sambungan setelah serah terima. Beberapa penyedia jasa kontrak tidak menanggung biaya perbaikan ulang, sehingga risiko ini sepenuhnya jatuh ke pemilik proyek meski secara teknis kesalahan ada di pihak kontraktor splicing.
Kualitas Sambungan sebagai Faktor Penentu
Selain biaya, pertimbangkan juga konsistensi kualitas. Memiliki fusion splicer sendiri memberi kontrol penuh atas standar kerja, sementara kontrak splicing bergantung pada kualitas kerja pihak ketiga yang bisa bervariasi antar proyek meski menggunakan alat yang sama.
Evaluasi juga skala proyek jangka panjang perusahaan Anda sebelum memutuskan, karena keputusan ini idealnya bukan hanya soal biaya bulan ini, tapi arah pertumbuhan tim teknis ke depan.
Baca juga Kalibrasi Fusion Splicer dan OTDR: Kenapa Penting dan Kapan Harus Dilakukan untuk informasi lebih lanjut.
