Saat memilih OTDR untuk pekerjaan lapangan, dua model Fasser yang sering dibandingkan adalah OTDR-100 dan MOTDR-100. Keduanya sama-sama menggabungkan OTDR, optical power meter, dan visual fault locator dalam satu unit, tetapi ukuran, jarak uji, dan cara penyimpanan datanya berbeda. Artikel ini membantu teknisi memilih berdasarkan pekerjaan yang paling sering dikerjakan, bukan sekadar angka tertinggi.
Perbandingan Spesifikasi Utama
Angka berikut diambil dari spesifikasi yang sudah dipublikasikan di artikel OTDR-100 dan MOTDR-100.
| Spesifikasi | OTDR-100 | MOTDR-100 |
|---|---|---|
| Jarak uji OTDR | 1 m sampai 128 km | 1 m sampai 260 km |
| Dynamic range | 26 dB (1310 nm), 24 dB (1550 nm) | 26 dB (1310 nm), 24 dB (1550 nm) |
| Event blind zone | 2,5 m | 1,5 m |
| Attenuation blind zone | 8 m | 8 m |
| Jangkauan optical power meter | -50 dBm sampai +26 dBm | -50 dBm sampai +26 dBm |
| Panjang gelombang OPM | 800 nm sampai 1700 nm | 850 nm sampai 1650 nm |
| Visual fault locator | 650 nm, daya keluaran 10 mW atau lebih | 650 nm, daya keluaran 10 mW atau lebih |
| Penyempanan | Internal lebih dari 600 data, plus TF card | 8 GB |
| Interface data | Micro USB | Type-C dan RJ45 x2 |
| Dimensi | 173 x 82 x 37 mm | 173 x 109 x 45 mm |
| Berat | 350 gram | 500 gram |
Perbedaan yang Paling Terasa di Lapangan
Perbedaan utama ada pada jarak uji dan ukuran fisik. MOTDR-100 mampu menguji sampai 260 km, sedangkan OTDR-100 sampai 128 km. Untuk jaringan backbone yang sangat panjang, angka ini bisa menentukan alat mana yang perlu dibawa. Sebaliknya, OTDR-100 lebih ringan dan lebih ringkas, sehingga lebih nyaman dibawa dalam tas kerja harian.
Event blind zone MOTDR-100 juga lebih kecil, 1,5 m dibanding 2,5 m. Semakin kecil angka ini, semakin mudah teknisi membedakan dua event yang berdekatan, misalnya dua sambungan yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Kapan OTDR-100 Lebih Cocok
OTDR-100 cocok untuk teknisi yang bekerja di jaringan FTTH dan instalasi jarak menengah, di mana jalur yang diuji tidak mencapai ratusan kilometer. Bobot 350 gram dan dimensi yang lebih ringkas membuatnya nyaman dipakai dalam pekerjaan yang berpindah-pindah lokasi. Baterainya disebutkan bisa mengukur lebih dari 12 jam dalam satu pengisian penuh, dan detail lengkapnya ada di artikel spesifikasi OTDR-100.
Kapan MOTDR-100 Lebih Cocok
MOTDR-100 lebih sesuai untuk pekerjaan dengan jalur panjang, misalnya backbone antarwilayah atau proyek yang membutuhkan dokumentasi hasil dalam jumlah besar. Penyeimpanan internal 8 GB dengan format SOR standar memudahkan penyimpanan hasil ukur, dan dua port RJ45 serta Type-C memberi fleksibilitas saat memindahkan data. Harga MOTDR-100 tercantum sebesar Rp 4.250.000 dalam artikel spesifikasinya.
Cara Memilih dalam Tiga Pertanyaan
- Seberapa panjang jalur yang paling sering Anda uji? Jika sering di atas 128 km, MOTDR-100 lebih aman.
- Seberapa sering alat dibawa berpindah-pindah? Jika sangat sering, bobot 350 gram dari OTDR-100 terasa berbeda dibanding 500 gram.
- Berapa banyak hasil ukur yang harus disimpan di perangkat? Untuk dokumentasi proyek yang padat, kapasitas 8 GB pada MOTDR-100 memberi ruang lebih.
Membaca Hasil Uji Kedua Alat
Apa pun modelnya, hasil OTDR tetap perlu dibaca dengan benar. Panduan cara membaca hasil OTDR menjelaskan bagaimana menafsirkan event dan loss di sepanjang trace, dan cara menyimpan file SOR untuk dokumentasi proyek.
Kesimpulan
OTDR-100 dan MOTDR-100 sama-sama menggabungkan tiga fungsi ukur dalam satu alat. Perbedaannya ada pada jarak uji, ukuran, dan kapasitas penyimpanan. Pilih OTDR-100 untuk pekerjaan jarak menengah yang menunut mobilitas, dan MOTDR-100 untuk jalur panjang dengan dokumentasi yang padat. Detail produk tersedia di halaman produk OTDR Fasser.
