Satu Jalur Fiber Jadi Banyak? Ini Fungsi PLC Splitter

PLC Splitter SC UPC Mini Tube

Dalam membangun jaringan fiber optic, satu jalur fiber terkadang perlu digunakan untuk melayani beberapa jalur atau pelanggan sekaligus. Bagaimana caranya? Salah satu komponen yang digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah PLC Splitter.

PLC Splitter atau Planar Lightwave Circuit Splitter merupakan komponen pasif pada jaringan fiber optic yang berfungsi membagi satu sinyal optik menjadi beberapa output. Teknologi ini banyak digunakan dalam infrastruktur FTTH (Fiber to the Home) dan berbagai sistem distribusi fiber optic.

Dengan menggunakan PLC Splitter, satu jalur input fiber dapat didistribusikan ke beberapa jalur output sesuai dengan rasio splitter yang digunakan.

Apa Itu PLC Splitter?

PLC Splitter adalah perangkat pasif yang digunakan untuk membagi sinyal optik dari satu input menjadi beberapa output secara merata.

Berbeda dengan perangkat aktif yang membutuhkan sumber listrik, PLC Splitter bekerja secara pasif sehingga tidak membutuhkan power supply untuk menjalankan fungsi pembagian sinyalnya.

PLC Splitter tersedia dalam berbagai rasio pembagian, mulai dari 1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32, 1:64, hingga 1:128.

Angka pertama menunjukkan jumlah input, sedangkan angka kedua menunjukkan jumlah output.

Contohnya:

  • PLC Splitter 1:2 membagi 1 input menjadi 2 output.
  • PLC Splitter 1:4 membagi 1 input menjadi 4 output.
  • PLC Splitter 1:8 membagi 1 input menjadi 8 output.
  • PLC Splitter 1:16 membagi 1 input menjadi 16 output.
  • PLC Splitter 1:32 membagi 1 input menjadi 32 output.
  • PLC Splitter 1:64 membagi 1 input menjadi 64 output.
  • PLC Splitter 1:128 membagi 1 input menjadi 128 output.

Semakin besar rasio splitter, semakin banyak jalur yang dapat dilayani dari satu input.

Bagaimana Cara Kerja PLC Splitter?

Cara kerja PLC Splitter sebenarnya cukup sederhana.

Sinyal optik yang berasal dari satu jalur input masuk ke PLC Splitter. Di dalam komponen tersebut, sinyal kemudian dibagi menjadi beberapa jalur output berdasarkan rasio splitter.

Sebagai contoh, pada PLC Splitter 1:8, satu sinyal input akan dibagi menjadi delapan jalur output.

Sederhananya:

1 Input Fiber → PLC Splitter → 8 Output Fiber

Output tersebut kemudian dapat diteruskan ke perangkat atau jalur jaringan yang berbeda sesuai dengan desain jaringan.

Namun, pembagian sinyal juga menyebabkan adanya insertion loss atau kehilangan daya optik. Karena itu, pemilihan rasio splitter harus disesuaikan dengan kebutuhan jaringan dan budget link optik yang tersedia. Untuk rincian angka insertion loss di tiap rasio dan pembahasan lebih teknis, baca juga PLC Splitter Cassette SC/UPC Fiber Optic Splitter, Saat Satu Jalur Cahaya Dibagi Menjadi Banyak Arah.

Mengapa PLC Splitter Banyak Digunakan pada Jaringan FTTH?

Dalam jaringan FTTH, satu sumber jaringan dapat digunakan untuk melayani banyak pelanggan atau titik distribusi.

Penggunaan PLC Splitter membantu operator jaringan mendistribusikan sinyal optik secara lebih efisien tanpa harus menyediakan satu jalur fiber khusus dari sumber menuju setiap pelanggan.

Konsep tersebut membuat PLC Splitter menjadi salah satu komponen penting dalam desain jaringan Passive Optical Network (PON).

Contohnya, sebuah jaringan membutuhkan distribusi dari satu jalur fiber menuju beberapa pelanggan. Dengan menggunakan splitter yang sesuai, sinyal dari jalur utama dapat dibagi ke beberapa jalur distribusi.

Mengenal Rasio PLC Splitter

Pemilihan rasio menjadi salah satu hal penting sebelum menggunakan fiber optic splitter.

PLC Splitter 1:2

Rasio 1:2 membagi satu input menjadi dua output.

Jenis ini cocok digunakan ketika kebutuhan distribusi hanya membutuhkan dua jalur output.

PLC Splitter 1:4

PLC Splitter 1:4 membagi satu input menjadi empat output.

Rasio ini dapat digunakan untuk jaringan yang membutuhkan distribusi lebih banyak dibandingkan splitter 1:2.

PLC Splitter 1:8

Pada rasio 1:8, satu input dibagi menjadi delapan output.

Rasio ini cukup umum digunakan untuk kebutuhan distribusi jaringan fiber optic dengan jumlah jalur yang lebih banyak.

PLC Splitter 1:16

PLC Splitter 1:16 membagi satu input menjadi enam belas output.

Jenis ini dapat digunakan untuk kebutuhan distribusi yang membutuhkan kapasitas output lebih besar.

PLC Splitter 1:32 hingga 1:128

Untuk kebutuhan distribusi yang lebih besar, tersedia rasio 1:32, 1:64, hingga 1:128.

Semakin tinggi rasio pembagian, semakin banyak output yang tersedia. Namun, desain jaringan harus tetap mempertimbangkan loss dan kebutuhan daya optik pada setiap jalur.

SC/UPC dan SC/APC pada PLC Splitter

Selain rasio pembagian, jenis konektor juga perlu diperhatikan ketika memilih PLC Splitter.

Dua jenis konektor yang umum digunakan adalah SC/UPC dan SC/APC.

SC/UPC menggunakan permukaan polishing tipe UPC, sedangkan SC/APC menggunakan polishing dengan sudut tertentu untuk membantu mengurangi pantulan balik atau return reflection.

Pemilihan antara SC/UPC dan SC/APC sebaiknya disesuaikan dengan perangkat, konektor, dan standar yang digunakan pada jaringan.

Jangan sampai jenis konektor pada splitter tidak sesuai dengan koneksi yang digunakan pada instalasi.

Keunggulan Menggunakan PLC Splitter

PLC Splitter memiliki beberapa keunggulan untuk kebutuhan distribusi jaringan fiber optic.

1. Tidak Membutuhkan Sumber Listrik

Sebagai komponen pasif, PLC Splitter tidak membutuhkan sumber listrik untuk membagi sinyal optik.

Hal ini membuatnya praktis digunakan pada berbagai titik distribusi jaringan.

2. Mendukung Banyak Jalur Output

Dengan berbagai pilihan rasio, PLC Splitter dapat digunakan untuk kebutuhan jaringan dengan jumlah output yang berbeda.

Mulai dari kebutuhan sederhana menggunakan rasio 1:2 hingga distribusi dengan kapasitas lebih besar menggunakan rasio 1:128.

3. Cocok untuk Infrastruktur FTTH

PLC Splitter banyak digunakan dalam sistem distribusi jaringan PON dan FTTH karena dapat membantu membagi satu sinyal optik menuju beberapa jalur.

4. Membantu Efisiensi Infrastruktur Fiber

Penggunaan splitter memungkinkan satu jalur distribusi digunakan untuk melayani beberapa titik sesuai dengan desain jaringan.

Hal ini dapat membantu membuat perencanaan jaringan fiber optic menjadi lebih efisien.

Fasser Planar Lightwave Circuit Splitter Cassette

Untuk kebutuhan distribusi fiber optic, Fasser Planar Lightwave Circuit Splitter Cassette tersedia dalam berbagai pilihan rasio pembagian.

Produk ini tersedia dalam pilihan:

1:2 | 1:4 | 1:8 | 1:16 | 1:32 | 1:64 | 1:128

Selain pilihan rasio, tersedia pula pilihan konektor SC/UPC dan SC/APC.

Berdasarkan spesifikasi produk, Fasser PLC Splitter memiliki PDL ≤ 0,2 dB, return loss ≥ 50 dB, dan uniformity ≤ 0,7 dB. Produk juga memiliki rentang panjang gelombang 1260–1650 nm dan temperatur operasi sekitar -10°C hingga +60°C.

Dengan pilihan rasio yang beragam, produk ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan distribusi pada berbagai konfigurasi jaringan fiber optic.

Bagaimana Memilih PLC Splitter yang Tepat?

Sebelum memilih fiber optic splitter, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Tentukan Jumlah Output

Pertama, tentukan berapa banyak jalur yang ingin dibuat dari satu input.

Jika hanya membutuhkan dua jalur, PLC Splitter 1:2 dapat menjadi pilihan. Untuk kebutuhan yang lebih banyak, dapat mempertimbangkan rasio 1:4, 1:8, 1:16, dan seterusnya.

Perhatikan Loss

Semakin besar rasio pembagian, semakin besar pula perhatian yang perlu diberikan terhadap optical loss.

Karena itu, perhitungan link budget harus dilakukan sebelum menentukan rasio splitter.

Sesuaikan Jenis Konektor

Pastikan konektor PLC Splitter sesuai dengan perangkat dan konektor yang digunakan pada jaringan.

Pilihan SC/UPC dan SC/APC tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan bentuk konektornya, tetapi juga berdasarkan standar koneksi yang digunakan pada sistem.

Pertimbangkan Kebutuhan Pengembangan

Jika jaringan masih akan dikembangkan, kapasitas distribusi sebaiknya direncanakan sejak awal.

Namun, penggunaan splitter dengan rasio terlalu besar juga tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Rasio harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan aktual dan budget optik jaringan.

Kesimpulan

PLC Splitter menjadi salah satu komponen penting dalam distribusi jaringan fiber optic karena memungkinkan satu sinyal input dibagi menjadi beberapa jalur output.

Dengan pilihan rasio mulai dari 1:2 hingga 1:128, PLC Splitter dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan distribusi, terutama pada infrastruktur FTTH dan jaringan PON.

Pemilihan PLC Splitter tidak hanya berdasarkan jumlah output, tetapi juga perlu mempertimbangkan optical loss, jenis konektor, panjang gelombang, kebutuhan jaringan, dan link budget.

Melalui Fasser Planar Lightwave Circuit Splitter Cassette, tersedia berbagai pilihan rasio dan konektor yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan instalasi fiber optic.

Satu jalur fiber bisa didistribusikan ke banyak jalur, selama splitter dan desain jaringan dipilih dengan tepat.

Artikel Terkait

Similar Posts