Spesifikasi Fusion Splicer: Arti 4 Motor, Magnification, Splice Loss, dan Angka Lain di Datasheet

Fusion splicer Fasser FS-100 dan FS-200 dengan judul spesifikasi fusion splicer

Bayangkan dua fusion splicer yang sama-sama menulis splice loss 0,02 dB di brosurnya, tetapi harganya jauh berbeda. Selisihnya tidak ada di angka yang dicetak paling besar. Selisihnya ada di baris-baris kecil yang jarang dibaca: berapa motor, berapa lama pemanasan, berapa siklus per baterai.

Artikel ini menerjemahkan angka di datasheet ke bahasa lapangan. Contohnya memakai dua fusion splicer Fasser, FS-100 dan FS-200, yang datasheet-nya bisa Anda buka sambil membaca.

Empat Kelompok Angka yang Perlu Dicek

Datasheet fusion splicer biasanya berisi 30 sampai 40 baris. Supaya tidak tenggelam, kelompokkan menjadi empat.

Empat kelompok angka di datasheet fusion splicer: kualitas sambungan, kecepatan kerja, baterai dan portabilitas, serta kelengkapan
Empat kelompok angka di datasheet fusion splicer.
KelompokAngka di datasheetPertanyaan yang dijawab
Kualitas sambunganMotor, magnification, splice loss, return loss, uji tarik, jenis seratSeberapa rapi sambungan yang dihasilkan?
Kecepatan kerjaWaktu splicing, waktu pemanasan, program preset, waktu bootBerapa lama satu sambungan selesai?
Baterai dan portabilitasKapasitas baterai, siklus, ukuran, berat, ketinggian kerjaKuat dan nyaman dibawa seharian?
KelengkapanModul tambahan, penyimpanan data, aksesoris bawaanApa saja yang ikut dan apa yang bisa dilakukan?

1. Kualitas Sambungan

4 motor

Motor menggerakkan serat saat mesin meluruskan kedua ujungnya sebelum dilebur. FS-100 dan FS-200 sama-sama memakai 4 motor. Semakin presisi pengaturan posisinya, semakin kecil peluang inti serat meleset. Perbedaan meluruskan lewat inti dan lewat selubung serat dibahas di core alignment vs cladding alignment.

Magnification 380x dan 420x

Angka ini adalah perbesaran gambar serat di layar: 380x pada FS-100 dan 420x pada FS-200. Perbesaran tinggi tidak otomatis membuat sambungan lebih baik, tetapi memudahkan Anda memeriksa sudut potong, debu, dan hasil las sebelum melanjutkan. Kualitas potongan tetap ditentukan cleaver dan tekniknya, seperti dibahas di peran sudut potong pada fiber cleaver.

Splice loss 0,02 dB

Datasheet kedua mesin menulis splice loss 0,02 dB untuk single mode (SM), 0,01 dB untuk multimode (MM), 0,03 dB untuk NZ, dan 0,04 dB untuk NZDS. Angka ini adalah estimasi mesin pada kondisi ideal, bukan hasil ukur OTDR di lapangan. Kenapa selisihnya sering muncul dijelaskan di estimasi loss fusion splicer vs hasil OTDR, dan batas yang masih wajar ada di splice loss threshold.

Return loss dan uji tarik

Return loss 60 dB atau lebih menunjukkan seberapa sedikit cahaya yang dipantulkan kembali dari titik sambungan. Semakin besar angkanya, semakin baik. Gaya uji tarik 1,96 sampai 2,1 N adalah tarikan yang dipakai mesin untuk memeriksa apakah sambungan cukup kuat menahan tarikan ringan.

Jenis serat dan panjang potongan

Kedua mesin mendukung serat G651, G652, G653, G655, dan G657 dengan panjang potongan (cleave) 8 sampai 16 mm. Untuk memilih mode SM atau MM di mesin, baca mode SM vs MM pada fusion splicer.

2. Kecepatan Kerja

Waktu splicing standar adalah 7 detik (mode cepat 6 detik) dan waktu pemanasan sleeve standar 18 detik. Kedua mesin punya 500 program las dan 200 program pemanasan siap pakai, mendukung pemanasan otomatis, dan siap dipakai dalam 3 detik setelah dinyalakan.

Untuk merasakan artinya, coba hitung sederhana: 100 sambungan x (7 detik + 18 detik) = 2.500 detik, atau sekitar 42 menit waktu mesin, belum termasuk stripping, pembersihan, dan cleaving. Ini hitungan ilustrasi dari angka datasheet, bukan janji hasil di lapangan. Pada banyak model, pemanasan sleeve bisa berjalan sambil Anda menyiapkan serat berikutnya, seperti dibahas di fungsi heater fusion splicer.

Panjang sleeve yang didukung juga tercantum: 20 sampai 60 mm pada FS-100, dan 60, 50, 40, 30, serta 25 mm pada FS-200. Fungsi sleeve dibahas di sleeve pelindung fusion splicer.

3. Baterai dan Portabilitas

Satu siklus di datasheet berarti satu kali penyambungan ditambah satu kali pemanasan sleeve. FS-100 dengan baterai 5200 mAh mampu hingga 340 siklus per pengisian, sedangkan FS-200 dengan baterai 6200 mAh hingga 420 siklus.

Perbandingan spesifikasi Fasser FS-100 dan FS-200: layar, magnification, baterai, ukuran, berat, dan modul tambahan
Fasser FS-100 dan FS-200 berdampingan.
SpesifikasiFS-100FS-200
Layar4,3 inci, sentuh dan tombol5 inci, sentuh dan tombol
Baterai5200 mAh6200 mAh
Siklus per pengisianHingga 340Hingga 420
Ukuran205 x 134 x 102 mm150 x 146 x 145 mm
Berat (dengan baterai)1.500 g1,88 kg
Ketinggian kerja0 sampai 5.000 m0 sampai 5.000 m
AntarmukaType-C, USB 2.0 (ekspor data)Type-C, USB 2.0 (ekspor data)

Contoh: proyek 400 sambungan dalam sehari. Menurut angka datasheet, FS-100 perlu satu kali pengisian ulang, sedangkan FS-200 masih di bawah batas 420 siklus. Suhu ekstrem dan usia baterai mengurangi angka ini, seperti dibahas di baterai fusion splicer cepat habis. Kedua mesin bisa dipakai dengan input AC 100 sampai 240 V atau DC 15 sampai 19 V.

Penyimpanannya sekitar 2.000 gambar dan 20.000 set data, yang bisa diekspor lewat Type-C atau USB 2.0. Fungsinya untuk dokumentasi proyek dibahas di data logger dan riwayat splice.

4. Kelengkapan: Modul dan Aksesoris

FS-100 mendukung modul tambahan OPM dan VFL, sedangkan FS-200 mendukung OPM, VFL, OTDR, dan 10GPON. Konsep modul tambahan ini dijelaskan di fusion splicer dengan extension module.

Aksesoris bawaan pada keduanya: box case, fiber cleaver, 3 hole stripper, cable stripper, alcohol bottle, kabel power dan adaptor, tas portable, electrode cleaning tool, dan pallet cooler. Saat membandingkan penawaran, cocokkan daftar ini dengan mesin lain, karena harga yang lebih rendah kadang berarti aksesorinya tidak lengkap.

Cara Memakai Datasheet untuk Memilih

  1. Tentukan pekerjaan utama: sambungan drop FTTH harian, atau proyek yang membutuhkan modul OTDR.
  2. Cek jenis serat yang akan disambung dan pastikan tercantum di datasheet.
  3. Hitung jumlah sambungan per hari, lalu bandingkan dengan siklus per baterai.
  4. Lihat kelengkapan dan modul tambahan, jangan hanya mesinnya.
  5. Minta bukti hasil ukur OTDR dan informasi garansi. Pentingnya garansi dibahas di garansi dan service center fusion splicer.

Untuk sisi anggaran, baca harga fusion splicer dan ROI proyek FTTH dan cara memilih mesin fusion splicer.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah splice loss 0,02 dB pasti tercapai?

Tidak. Angka itu estimasi mesin pada kondisi ideal. Hasil nyata dipengaruhi kualitas potongan, kebersihan serat, dan kondisi elektroda, jadi verifikasi tetap perlu dilakukan dengan OTDR.

Apa arti siklus pada spesifikasi baterai?

Satu siklus adalah satu kali penyambungan ditambah satu kali pemanasan sleeve. Angka 340 atau 420 menunjukkan berapa siklus yang bisa dijalankan dalam satu kali pengisian penuh.

Apa perbedaan utama FS-100 dan FS-200?

FS-200 punya layar lebih besar (5 inci), magnification lebih tinggi (420x), baterai lebih besar (6200 mAh), dan mendukung modul OTDR serta 10GPON. FS-100 lebih ringan dan ringkas. Perbandingan lengkapnya ada di FS-100 vs FS-200.

Di mana saya bisa melihat datasheet resminya?

Datasheet bisa diunduh langsung: datasheet FS-100 dan datasheet FS-200.

Ingin melihat langsung spesifikasi dan aksesorinya? Buka halaman produk Fusion Splicer FS-100 atau Fusion Splicer FS-200.

Baca juga: Berapa Sambungan per Jam? Menghitung Produktivitas Fusion Splicer.

Baca juga: Fasser Patch Cord Fiber Optic SC/UPC-LC/UPC Singlemode Simplex

Similar Posts